UNTIDAR DORONG TRANSFORMASI DIGITAL UMKM MAKANAN DI NGARGOGONDOMELALUI LITERASI TEKNOLOGI DAN PENGELOLAAN BISNIS

Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar – Jumat, 3 Juli 2026

Dokumentasi 1. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar bersama peserta UMKM Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (3/7/2026).

MAGELANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan bertajuk “Transformasi Digital UMKM Makanan melalui Peningkatan Literasi Teknologi dan Pengelolaan Bisnis di Dusun Wagean, Kecamatan Borobudur” pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dan diikuti peserta yang terdiri atas pelaku UMKM di Desa Ngargogondo.

Program ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Tidar dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha yang semakin terdigitalisasi. Letak geografis Desa Ngargogondo yang dekat dengan kawasan wisata Candi Borobudur memberikan peluang strategis bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, dan memperkuat daya saing produk.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar yang diketuai oleh Dr. Dian Marlina Verawati, M.M., dengan anggota Ipuk Widayanti, S.E., M.Sc. dan Yesica Apriliana Paska, S.E., M.M. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Ardian Bayu Ilham dan Muhammad Bintang Persadha. Keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk membantu pelaksanaan pelatihan, pendampingan praktik penggunaan teknologi, dokumentasi kegiatan, serta monitoring implementasi program pada mitra UMKM.

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM masih menjalankan pengelolaan usaha secara konvensional. Pencatatan transaksi dan keuangan sebagian masih dilakukan secara manual, pemasaran melalui media digital belum optimal, serta penggunaan pembayaran non-tunai masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim Universitas Tidar untuk memberikan pelatihan dan pendampingan yang praktis serta disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan teknologi pelaku UMKM.

Tiga Materi untuk Mendorong Transformasi Digital UMKM

Pelaksanaan kegiatan dikemas dalam tiga materi yang saling terintegrasi. Materi pertama, “Transformasi Digital dan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Teknologi,” disampaikan oleh Dr. Dian Marlina Verawati, M.M. Peserta diberikan pemahaman bahwa transformasi digital tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang kompleks, tetapi dapat dilakukan melalui perubahan sederhana dalam pengelolaan usaha. Materi mencakup pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan kas, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengelolaan stok, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung aktivitas usaha.

Materi kedua, “Pemasaran Digital dan Branding Produk UMKM,” disampaikan oleh Yesica Apriliana Paska, S.E., M.M. Materi difokuskan pada penguatan kemampuan pelaku UMKM dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan kanal digital sebagai sarana pemasaran. Peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan WhatsApp Business, pembuatan katalog digital, teknik foto produk menggunakan telepon pintar, penyusunan konten promosi, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Pelaku UMKM juga didorong untuk mengangkat identitas lokal Borobudur dan Magelang dalam storytelling produk.

Materi ketiga, “Pembayaran Digital dan Pelayanan Pelanggan Modern,” disampaikan oleh Ipuk Widayanti, S.E., M.Sc. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan pembayaran non-tunai seperti QRIS dan transfer digital, keamanan transaksi, serta pelayanan konsumen berbasis digital. Materi juga membahas pemanfaatan WhatsApp Business dalam menerima pesanan, memberikan respons kepada konsumen, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan.

Transformasi Digital Dimulai dari Teknologi yang Sederhana

Program pengabdian dirancang tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diarahkan untuk mempraktikkan penggunaan teknologi sesuai kebutuhan usahanya. Pendekatan tersebut dipilih karena tingkat kesiapan digital setiap UMKM berbeda sehingga proses transformasi perlu dilakukan secara bertahap.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Dian Marlina Verawati, M.M., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi bagi UMKM harus mengutamakan aspek kemudahan dan kebermanfaatan.

“Transformasi digital tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit. Bagi UMKM, langkah sederhana seperti mulai mencatat transaksi dengan lebih tertib, mengetahui HPP produknya, memanfaatkan WhatsApp Business untuk pemasaran, membuat foto produk yang menarik, dan menyediakan pilihan pembayaran digital sudah merupakan bagian penting dari transformasi usaha. Yang terpenting adalah teknologi tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.”

Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Transfer Teknologi melalui Mini Studio Foto Produk

Sebagai bagian dari program kemitraan, tim pengabdian menyerahkan mini studio foto produk kepada mitra UMKM. Perangkat ini dipilih sebagai teknologi sederhana yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha untuk menghasilkan foto produk yang lebih terang, rapi, dan menarik sebagai bahan katalog digital maupun konten pemasaran di WhatsApp Business dan media sosial.

Penyerahan mini studio dilengkapi dengan transfer pengetahuan mengenai teknik dasar pengambilan foto produk menggunakan telepon pintar. Dengan demikian, teknologi yang diberikan tidak hanya menjadi perangkat fisik, tetapi diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk memperkuat branding dan pemasaran digital produk UMKM.

Dokumentasi 2. Penyerahan mini studio foto produk oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar kepada mitra UMKM Desa Ngargogondo sebagai teknologi pendukung pemasaran digital.

Mendukung Kemandirian UMKM dan Pencapaian SDGs

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kapasitas dan produktivitas UMKM serta SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui peningkatan pemanfaatan teknologi dan inovasi digital dalam kegiatan usaha.

Melalui kegiatan yang diikuti pelaku UMKM tersebut, tim Universitas Tidar berharap proses transformasi digital dapat dimulai dari perubahan sederhana tetapi berkelanjutan. Pencatatan usaha yang lebih tertib, pemasaran digital, penguatan branding, transaksi non-tunai, serta pemanfaatan mini studio foto produk diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses pasar produk UMKM Desa Ngargogondo.

Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Tidar dan masyarakat di kawasan Borobudur dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendorong UMKM Ngargogondo menjadi semakin adaptif, mandiri, dan berdaya saing di era digital.